Terdakwa Penggelapan Dana Nasabah Henry Surya Divonis Bebas

Ilustrasi gedung Indosurya Finance (Foto: Kumparan/Jamal Ramadhan)

HENRY SURYA divonis lepas. Terdakwa perkara dugaan penipuan dan penggelapan dana Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya itu kini merdeka dari jeratan hukum. Ia dinilai melakukan perbuatan perdata dalam kasus ini.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Henry Surya tersebut di atas terbukti melakukan perbuatan yang didakwakan, tetapi bukan merupakan tindak pidana melainkan perkara perdata,” ujar Hakim Ketua Syafrudin Ainor di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (24/1).

Dengan demikian, Majelis Hakim membebaskan Henry Surya dari segala tuntutan hukum yang didakwakan kepadanya.

“Membebaskan terdakwa Henry Surya oleh karena itu dari segala tuntutan hukum yang sebelumnya didakwakan dalam dakwaan alternatif kesatu pertama dan kedua pertama,” ujar Hakim.

Hakim lalu memerintahkan Henry agar segera dikeluarkan dari rumah tahanan (rutan) setelah putusan dibacakan.

“Memerintahkan agar terdakwa Henry Surya segera dikeluarkan dari Rutan Salemba Cabang Kejagung setelah putusan ini dibacakan,” ujar Hakim lagi.

Sebelumnya, Rabu (4/1), Jaksa Penuntut Umum menuntut Henry dengan hukuman pidana 20 tahun penjara dan denda Rp200 miliar subsider 1 tahun kurungan. Henry Surya dihadirkan secara virtual dalam persidangan ini.

Henry didakwa pasal berlapis oleh jaksa. Mulai dari perbuatan menghimpun dana secara ilegal menurut UU Perbankan hingga pencucian uang. Jaksa meyakini, perbuatan Henry Surya, June Indria, dan Suwito telah menimbulkan kerugian korban kira-kira sebesar Rp16 triliun.

Dalam sidang terpisah, hakim juga memvonis lepas terdakwa lain yakni June Indria. Alasan yang serupa disampaikan hakim. Jaksa penuntut umum langsung mengajukan kasasi atas vonis June Indria tersebut. (ARM)

Leave a Comment