Bos Kelompok Anti-Islam Belanda Sobek Alquran di Den Haag

Edwin Wagensveld, tokoh anti-Islam Belanda, merobek salinan Alquran di Den Haag (Foto: Hart van Nederland)

EDWIN WAGENSVELD, pemimpin kelompok pagan dan anti-Islam Pegida, mengikuti aksi Rasmus Paludan menghina kitab suci Alquran. Edwin merobek sebuah salinan Alquran di kota Den Haag, Belanda.

Wagensveld, pemimpin gerakan Patriotic Europeans Against the Islamization of the West (PEGIDA) di Belanda, merobek Alquran dalam aksi yang dilakukannya sendirian di Den Haag.

Ia membagikan foto dirinya tengah merobek Alquran di depan gedung parlemen di ibukota administratif Den Haag, pada Ahad (23/1), pukul 14.00 waktu setempat, di akun Twitter miliknya.

Wagensveld sendiri. Namun, aksi unjuk rasa yang ia seorang diri itu berlangsung di bawah pengawasan dsan pengamanan polisi. Ia berunjuk rasa dengan syarat tidak membakar Alquran.

Wagensveld menunjukkan, ia tengah berjalan di atas lembaran kitab suci yang dirobek itu. Pada bagian lain sebaran kabar perobekan Alquran itu, ia perlihatkan halaman Alquran yang robek tengah dibakar dalam panci di tempat lain.

Kemarin, Selasa (24/1), pemerintah Turki memanggil Duta Besar Belanda untuk menyampaikan ketidaksenangan Turki atas aksi tersebut.

“Duta Besar Belanda untuk Ankara dipanggil ke Kementerian Luar Negeri kami dan kami mengutuk dan memprotes tindakan keji dan tercela ini, dan menuntut agar Belanda tidak mengizinkan tindakan provokatif seperti itu,” bunyi pernyataan Kemlu Turki, dikutip dari Reuters.

Kemlu Turki menegaskan, “Tindakan tercela ini, yang kali ini terjadi di Belanda setelah Swedia, menghina nilai-nilai suci kami dan mengandung kejahatan rasial, adalah pernyataan yang jelas bahwa Islamofobia dan xenofobia tidak mengenal batas di Eropa.”

Sebelumnya pada Sabtu (21/1), Rasmus Paludan, politikus berkewarganegaraan Denmark dan Swedia, membakar Alquran di depan Kedutaan Besar (Kedubes) Turki di Stockholm, Swedia.

Aksi pembakaran Alquran terjadi pada saat demonstrasi anti-Turki dan upaya Swedia untuk bergabung dengan NATO yang terjadi di Stockholm, Swedia. (KP)

Leave a Comment